Cerita terbaru

Cerita Sex Malam Yang Menjijikan




NafsuMalam.com - Cerita ini bermula ketika ada seorang gadis abg 17 tahun yang sangat seksi. Gadis abg yang masih polos dan lugu, belum tahu akan cerita gadis abg hot yang sering di obrolkan oleh teman-teman satu kelasnya. Oleh karena itu dia ingin tahu cerita sebenarnya tentang cerita gadis abg hot yang sering dia dengar dari teman-temannya.Menurut teman-temannya gadis ini sangatlah seksi, hot bahkan membuat bergairah. Cerita gadis abg hot ini di rasa merupakan yang paling panas bahkan ekstra panas yang sedang menggema di sekolahnya.


Di dalam cerita hot ini seorang gadis yang sedang bernafsu sekali dan bergairah tinggi membuat suhu di sekitarnya menjadi tambah panas dan membuat basah tempat tidurnya. Bagaimana tidah panas dan basah tenyata gadis yang cantik dan seksi menurut teman-temannya ini sungguh tidak tahu malu karena walau sudah berusia 17 tahun dia masih sering mengompol, dan waktu dia bangun dia fikir kena banjir namun ternyata ompol dia lah yang menggenangi tempat tidurnya dan membuat seluruh pakaiannya basah.

Untung tidak ada yang lihat jadi tidak perlu malu hehe, langsung saja dia membereskan tempat tidurnya itu dan langsung mencuci semua yang terkena air kencingnya itu. Sekian dulu cerita tentang cerita gadis abg hot dan jangan lupa buat para blogger indonesia dukung internet aman, sehat & manfaat agar pertumbuhan internet di indonesia ini menjadi positif dan berguna.


Cerita Hot – kumpulan cerita seks yang hot & panas untuk dewasa kumpulan cerita-cerita hot hubungan seksual yang hot & panas untuk 17 tahun ke atas kisah-kisah seks hot & panas kisah seks hot & panas untuk dewasa
Pamanku Si Penjahat KelaminCukup rapi sebetulnya cara Mujito, 45, mengajak penak-penakan sang ponakan yang hot , Ratih, 20. Hampir setahun mulus-mulus saja. Tapi tiba-tiba perut sigadis melendung dan dinyatakan hamil 5 bulan, maka skandal paman ponakan itu terkuak. Mujito kini ditangkap Polres Jember sebagai penjahat kelamin.

Antara Mujito dan Ratih yang hot memang saudara dekat, karena mereka sebagai paman dan ponakan. Karenanya ketika keduanya berakrab-akrab ria, dianggap biasa saja, tak pernah ada yang mempertanyakan dan mempermasalahkan. Tapi ketika polisi tiba-tiba mencokok Mujito, bingunglah lelaki celamitan itu. Karenanya, bila penyanyi Ivo Nilakrisna dulu bilang: aku ini gembala sapi, yo piyeau yapiyau hu huuu; sekarang Mujito meratap: Aku ini penjahat kelamin, njuk piye nyuk piye iki (lalu bagaimana ini), hu hu huuuuu.!

Paman dan ponakan ini tinggal di Umbul Kecamatan Kedungkajang, Jember (Jatim). Mereka memang tinggal berdekatan, dan Ratih suka main ke rumah pamannya untuk bantu-bantu momong anak Mujito yang baru berusia 2 tahunan. Anak bungsu ini memang lulut (akrab) sekali dengan kakak sepupunya. Maklum, Ratih pandai momong bocah. Dalam gendongannya, anak akan menjadi penurut. Maka kalau saja ada modal dan keberanian, pastilah Ratih bisa jadi pesaing Kak Seto. Weleh, weleh, weleh!
Enak sekali istri Mujito jadinya, pekerjaan seabrek jadi ringan. Jika pinjam Presiden SBY dan Prof. Jimmly Asshidiqie, dia bisa fokus mengurus dapur, cuci mencuci, lalu melayani kebutuhan suaminya sehari-hari, termasuk yang malam hari. Begitulah memang resiko wanita Jawa yang hanya dijadikan kanca ngandap (baca: teman tidur). Tugas sehari-hari tak pernah lepas dari urusan: masak, macak, manak dan.manuk alias burung!

Kebiasaan Ratih yang hot kini, sekitar pukul 20.00 main ke rumah sang paman untuk nonton TV di ruang tamu. Nonton sinetron, nonton Mama Mia di Indosiar, sementara mama-nya Mujito di kamar sambil ngeloni si Upik. Bermalas-malas di depan teve ini bisa sampai pukul 22.00, karena kemudian Mujito sang paman juga menemani nonton. Mereka berdua dengan asyiknya memelototi layar kaca. Betulkah mereka hanya berdua? Tidak, karena kemudian setan juga nimbrung untuk mengajak kepada hil hil yang mustahal!Ditemani cewek mulus macam Ratih, lama-lama Mujito memang jadi lupa akan status dan posisinya. Di sini kemudian tak ada lagi batasan antara paman dan ponakan, ketika tangan Mujito bergerilya dan Ratih membiarkan saja. Maka selanjutnya, ya terserah Anda. Sewaktu si ponakan sudah terlena akan rabaan mematikan sang paman, perbuatan terkutuk itu terjadilah. Bak istri sendiri, untuk pertama kalinya Ratih dinodai paman sendiri. Tragis memang, siang hari dia menggendong anak Mujito, malam hari malam dipaksa menggendong depan bapaknya!

Enak bagi Mujito, lama-lama enak pula bagi Ratih. Buktinya, lain hari praktek mesum itu ditayangkan kembali di depan teve. Setiap ada kesempatan, Mujito selalu mengakak penak-penakan si ponakan di ruang tamu, sementara istrinya tidur mendengkur di kamar. Praktek mesum ini mulus-mulus saja hampir setahun lamanya, karena Mujito memang rapi mengemas perselingkuhannya, sehingga istri tak pernah mengendusnya. Apa lagi alokasi asmara untuk dirinya di malam hari juga tak pernah kedodoran.


Hanya saja, Mujito Ratih lupa bahwa kegiatan terkutuk itu bisa menimbulkan bencana. Dan itupun terjadi beberapa hari lalu, ketika Ratih sadar sudah beberapa bulan tak mens. Ketika dia mengadu ke kakak perempuannya di Probolinggo, saat dibawa ke bidan ternyata diketahui sudah hamil lima bulan. Paniklah keluarga itu. Tak peduli paman sendiri, Mujito langsung dilaporkan dan ke Polres Jember dan ditangkap. Ratih selaku saksi korban saat diperiksa mengakui, persetubuhan itu selalu terjadi di depan teve menyala di ruang tamu. Saya kira nggak apa-apa, tahu-tahu kok hamil begini, kata Ratih macam gadis bloon saja.

Asmara Para Tua BangkaNafsu lelaki rupanya tak mengenal batasan umur. Meski usianya sudah antara kepala 5 dan 7, kakek Mangun, Wongso dan Padmo dari Kulon Progo (DIY) ini masih semangat juga ngeroyok janda muda tetangga sendiri. Namun akibat ulahnya menodai Ny. Kemisem, 26, kini mereka mendekam di Polsek Lendah.

Gairah kaum lelaki konon diukur dari gerak kepala ketika usia sudah jompo dan bau tanah kuburan. Perhatikan saja, dalam keadaan diam kepala seorang kakek pastilah akan mengangguk-angguk ke atas ke bawah. Itu maksudnya tak lain, dia masih mengajak dan hayo saja dalam urusan kehangatan perempuan. Beda dengan kaum hawa; dalam usia jompo mereka akan menggeleng kepala ke kanan dan kiri. Itu maksudnya: emoh, emoh, emoh!

Rupanya seperti itukah perangai tiga kakek dari Desa Wahyuharjo Kecamatan Lendah ini? Sangat boleh jadi. Soalnya, meski beda umur masing-masing 10 tahun, ketika membahas janda Kemisem tetangga sendiri, mereka kompak sekali. Di pinggir sawah, mereka sering mempergunjingkan janda kembang yang berbodi seksi tersebut. Mbah Mangun yang berusia 55 tahun, mengagumi rambutnya yang panjang nan hitam. Begitu pula Mbah Wongso yang usia 65 tahun, dia terpesona pada betis si janda yang mbunting padi. Awake jan semog, nek dikeloni tonjo tenan (bodinya seksi, kalau dikeloni mengasyikkan), kata Mbah Padmo yang berusia 75 tahun.

Cerita Hot – Apakah ketiganya bersaing memperebutkan Kemisem? Tidak, ketiga kakek ini justru bersepakat membangun koalisi, untuk menuju ke pencoblosan bersama. Cuma mereka sangat tahu diri, dalam kondisi yang sudah sama-sama renta, mana mungkin Kemisem sudi meliriknya? Salah-salah mereka malah akan dipisuhi (dimaki) sebagai kakek yang tuwa tuwas (tak tahu diri). Asal tahu saja, di rumah ketiganya masih memiliki istri sendiri-sendiri, yang masih siap dikendarai.

Yang membuat mereka sedikit pede, janda muda ini sikapnya ramah dan pandai bergaul.Masalahnya, pintar bergaul bukan jaminan gampang digauli. Maka setiap akan mendekati Kemisem untuk mendeklarasikan aspirasi urusan bawahnya, selalu cemas bin gojag-gajeg (ragu). Apakah dia mau? Apakah Kemisem bisa memahami aspirasi ketiga kakek ini? Pendek kata Mbah Mangun Dkk selalu dihinggapi rasa gamang. Jangan jangan, jangan jangan, ..jangan bobor!, kata mereka karena kebingungan.Untuk Mbah Mangun sendiri, yang kondisi dan posisinya lebih memungkinkan dari yang lain, juga tak berani ambil prakarsa. Dia mau, tapi malu. Dia maunya ngikut saja. Tapi asal melihat rambut Kemisem yang panjang tergerai hingga menggapai pantat, duh, duh, pendulumnya langsung kontak. Sepertinya dia mau nilapke (meninggalkan) kedua rekan seperjuangannya. Cuma, begitu ingat yang di rumah, langsung Mbah Mangun mendelep bagaikan kerupuk kena air.

Makhluk penjahat kelamin rupanya memang selalu dimanjakan setan. Dikala ketiga kakek tersebut wani-wani angas (beraninya hanya di belakang), mendadak peluang itu hadir. Malam itu sekitar pukul 20.00 Kemisem melintas sendirian, di depan gardu ronda tempat orang-orang berkongkow ria. Padahal ketiga kakek ini juga tengah berpanel diskusi tentang si janda. Nuwun sewu mbah, wayahe ndherek langkung (permisi mbah, cucunya numpang lewat), kata Kemisem seperti tengah melewati daerah angker saja.
Aha, itu dia; pekik ketiga kakek itu nyaris bareng. Mengingat situasi yang sepi, malam begitu basah lantaran habis hujan, keberanian Mbah Mangun Dkk segera muncul. Janda Kemisem dikejar dan begitu dapat langsung diseret ke tengah kebun. Percuma mau berteriak, karena langsung dibungkam mulutnya. Selanjutnya, terserah Anda. Mbah Mangun, Mbah Wongso dan Mbah Padmo bergantian menggarap Kemisem dengan cara urut bagus alias mana yang tampan dapat duluan!
Menerimakah Kemisem diperkosa semena-mena? Tentu saja tidak. Meski telah diberi uang tutup mulut dari para kakek masing-masing Rp 5.000,- dia tetap melapor pada orangtuanya. Tentu saja keluarga Kemisem tidak terima. Malam itu juga mereka dilaporkan ke Polsek Lendah. Nah, di saat Mbah Padmo Dkk sedang menikmati kesuksesannya, mendadak pak polisi dan pamong desa meringkusnya dan langsung digelandang ke kantor polisi. Tua-tua keladi, makin tua makin menjadi, omel pamong desa.Ayo, ayo, urut bagus menjalani pemeriksaan, Mbah.