Cerita terbaru

Cerita Homo Demi Teman

Nafsumalam.com - diselingkuhi, berbohong yang sangat parah atau yang lainnya.
pernahkah kamu diputusi karena pasangan kamu cemburu?? pasti ada yang pernah mengalami, nah gimana kalau teman kamu putus gara gara kamu??, enggak enak sekali kan??
dan itu terjadi sama aku.
begini ceritanya.....



rabu sore di lapangan kota langsa, aku sudah kehabisan uang, mau tidak mau aku harus pergi menuju ATM yang terletak tidak jauh di sudut lapangan,
kira kira waktu itu pukul 07.30 PM. setelah mengambil uang tak seberapa itu , aku dikejutkan oleh seorang wanita dan ternyata teman lamaku,

" hei febri.. makin gendut aja... bla bla bla " katanya surprise.

"iya nich mungkin karena banyak makan and bahagia aja" kataku tersenyum sambil memasukkan uang kedalam dompet, "sama siapa kemari" kataku ingin tau.

"sama pacar akulah,itu dia??" ia menunjukkan tangannya keluar

saat itu kami berada didalam ruangan ATM, ia ingin melihat apakah kiriman uang dari seseorang sudah dikirimkan atau belum, ternyata belum, ia mendesah kecewa.

masih didalam ruangan ATM tersebut,aku bertanya padanya, "emang dirimu punya cowok?" kataku bercanda, karena setau aku dia memang tidak pernah punya cowok, dulu kami sering bercanda dengan teman teman lain bahwa dia tidak ada bakat untuk jadi wanita walaupun sebenarnya dia wanita, aku mengganggunya pura pura ingin memegangnya, sebelum aku memegangnya, langsung dia memberikan pukulan karate pelan kedadaku, aku tertawa kemudian

" jangan macam macam ya feb, aku ada pacar tuh diluar"
aku tertawa kembali, kemudian aku masih mengganggunya, aku senang melihat dia yang seperti laki. aku sempat melihat keluar dan melihat pacar lelakinya diluar duduk diatas sepeda motornya,
kemudian kami keluar bersama, temanku itu langsung naik ke atas sepeda motor yang dipegangi kekasihnya, aku tersenyum kepadanya dan tak lupa aku beramah tamah kepada "abang itu", "yuk bang"kataku sambil berlalu menjauh menuju sepeda motor.

selang beberapa jam kemudian handphoku bergetar, menandakan ada SMS masuk.
aku buka, ternyata teman lama ku mengirimkan SMS.

ku buka inbox handphoneKu :
"feb, tau dirimu, gara gara dirimu, aku kehilangan pacar aku, kan udah kubilang janganseperti itu".

"Astagfirullah, kok bisa, kan aku engga buat apa apa sama kamu?, mana nomornya biar aku jelasin" kukirim sms dengan rasa bersalah, sambil berfikir cowonya gila,cemburu tak menentu

"enggak aktif feb,kan udah aku jelasin aku udah punya pacar"
"feb, dimana?"

ia mengirimkan dua sms sekaligus kepadaku, aku berfikir kata kata apa yang tepat untuk mengirimkan sms kepadanya
"alah,kalo dia memang mutusin dirimu berarti dia bodoh, atau memang enggak cinta lagi sama dirimu, enggak percaya aku kalau dia mutusin dirimu gara itu, dirimu bohongkan??"

"demi Allah feb, aku enggak bohong"

"berarti pacarmu sengaja bikin kambing hitam, mungkin dia memang enggak cinta sama kamu, trus nyari alasan untuk putus." setelah mengirimkan sms tersebut, aku langsung tak sadarkan diri (dibaca tidur - red).

siang tadi aku dihubungi kembali oleh temanku, ia mengatakan bahwa masalahnya makin rumit, pacarnya cemburu kepada ku, ia sudah menghubungi pacarnya tetapi pacarnya nya tidak mengubris sedikitpun,malah setiap dia menghubungi pasti (di)-reject(ed) (ah lebih baik menggunakan bahasa indonesia dengan benar daripada bahasa inggris). okeh kita balik lagi keceritanya.
ia meminta tolong kepadaku untuk membantunya,menjelaskan permasalahan yang sebenarnya, bahwa kami cuma teman.

"kita kan enggak ada ngapa-ngapain didalam kan" kataku bingung enggak masuk akal
"iya, tapi kita kan didalam , dia lihat dari luar,dan enggak dengar apa yang kita ngomong, bisa jadi dia mikir yang enggak enggak " katanya membela pacarnya.

"maaf ya.. mungkin pacarmu memang enggak suka sama kamu, dan dia sengaja cari cari alasan untuk putus sama kamu,dengan cara seperti ini" kataku enggak mau kalah,
ya udah gini aja aku punya ide, aku jumpain dia sama teman cewe aku, atau aku bertingkah gemulai alias "bencong" waktu berjumpa dengan dia?? kataku menawarkan ide karena rasa bersalah ( padahal dalam hati arrhhhg, lakik sikawan ini gak genah).

'jangan feb, dia sensitif, dirimu jadi bencong aja, ajak kawan kawanMu yang bencong bencong untuk jumpain dia, ngomong bahwa kita enggak ada apa apa"

alamak , fikirku..bencana ini.. apa dia enggak sedang becanda, menjatuhkan marwah harga diriku,
" ini no telephonenya, ngomong yang baik baik ya..." katanya.

pada saat itu aku sudah ikhlas, entah aku dimainkan atau memang benar benar kejadian seperti itu, tapi tadi malam ia menggunakan sumpah Tuhan, dan itu artinya tidak main main, jadi bagaimanapun,walaupun berat karena kayaknya memang ada yang salah sama si pacar teman ku ini, jadi karena bawa bawa namaku ya sudahlah...
aku bertekad ingin menjelaskan padanya.

aku tekan nomornya, kemudian aku panggil... terdengar nada dering diujung sana.. kemudian terdengar bunyi tut..tut..tut cepat yang artinya, panggilan aku ditolak... iya DITOLAK..  seumur umur belum pernah ada yang menolak panggilan telephonku, aku mulai menahan emosi... sambil berbicara dalam hati, sabar feb.. ini sepele, gitu aja udah emosi, rileks kataku dalam hati untuk menenangkan diri, dan ternyata berhasil,

aku sms kepadanya, : "maaf sebelumnya bang, sibuk enggak ya?? bisa saya telephone?"
tunggu punya tunggu tidak dibalas.
sikawan sms, bertanya gimana??? belum kataku

aku menghubunginya kembali, diriject kembali, kuhubungi kembali direject juga...
emosiku mulai diatas ubun ubun, papma kali memang, dia sangka aku mau main reject-reject kan sama dia... tapi aku ingat kata sikawan , bahwa pacarnya itu sensitif... okeh fine.. walaupun dia pria...

kemudian aku sms kembali
" aku febri temannya pacar abang, dia tadi telfon katanya putus gara gara aku, jujur ya bang, aku sama dia enggak ada apa-apa, semalam waktu diATM, mengang dia aja enggak ada, dia ada bilang pacarnya diluar, kami ngomong ngomong aja, kalau aku ada salah aku minta maaf, aku jadinya enggak enak sama dias, kami kawan lama, kami cuma becanda aja"
aku mengirimkan sms yang panjaang lebar, sampai beberapa menit juga tidak dibalas,

kemudian aku menelphon temanku, dan menceritakan apa yang terjadi, bahwa pacarnya enggak mengangkat atau membalas pesanku.
temanku itu bingung, udah aku jelaskan kepadanya kalau sebenarnya mungkin pacarnya sudah enggak cinta lagi dan sengaja mengkambing hitamkan kita semalam, tapi dia tidak mau menerima dan mengharap agar dapat diselesaikan dengan baik,

"ya udah kataku, biar aku datang ketempat dia sama teman wanitaku"
"jangan feb..katanya agak menjerit diujung sana".
"kenapa?? kataku bingung.
"aku udah bilang sama dia bahwa dirimu bencong, kan gak mungkin nanti dilihat dirimu sama perempuan lain,disangka aku yang berbohong, katanya perlahan.

OHMYGOD, benar benar seperti kejadian dalam sinetron fikirku.. mimpi apa semalam..
okelah kalau begitu, biar kawan aku balikan lagi sama si - P R I A tengik itu,aku rela..

aku kembali mengirimkan sms kepada "lelaki yang sungguh baik hati akal budinya" (saya bikin tanda kutip).
" kalo memang abang marah sama aku, okeh, aku minta maaf, aku enggak bakalan dekat lagi sama dia, secara pun aku enggak enggak suka sama dia, enggak suka sama perempuan, , aku ada cowok sendiri, jadi aku minta maaf ya bang"

agak berat menekan tombol send kepadanya, butuh hati yang.... susah untuk dijelaskan,  aku sudah membuang harga diri ku untuk itu dan demi tuhan aku berpura pura demikian agar ia mau balikan lagi sama pacarnya. untuk itu aku harus menjatuhkan maruahku walau sebenarnya aku masih jomblo ( yang minat sama aku ping ya..ahahaha)