Cerita terbaru

Cerita Lelaki Homo


Nafsumalam.com - Aku mendapat kisah ini dari seorang teman di facebook. Kami di facebook lumayan akrab. Sering kami berbincang dan mengobrol bersama. Sayangnya kita sama sekali belum pernah bertemu bertatap muka sekalipun.
Dia adalah gay, kita berteman melalui sebuah grup Gay yang kita ikuti. Dari yang aku lihat dia sangat jarang sekali berkata-kata jorok dan menampilkan foto-foto porno. Dia terlihat sangat sopan dalam ber facebook.

Dia menjadi gay dikarenakan pamannya. Dulunya dia tinggal di bersama kakek neneknya dan pamannya seatap. Ibu dan ayahnya bekerja di luar negri sebgai TKI. Sedangkan dia di titikan pada keluarga ibunya.

Menginjak remaja ia menjadi sangat dekat dengan pamannya. Pamannya itu hingga kepala empat belum menikah alasanya karena sedang memperdalam ilmu kebatinan. Dia dan sang paman menjadi seperti adik kakak yang saling terbuka tentang berbagai masalah.

Suatu pagi ketika sang nenek dan sang kakek pergi dan, dia dan sang pamanan dirumah berdua sang paman melakukan hal yang gila. Dia dan paman saling bicara dan yang dibicarakan adalah soal sex yang saat itu baru ia ketehui.

Di tengah perbincangan itu sang paman memegang penisnya dan mengocoknya. Karena kenikmatan dia hanya diam saja dan aksi sang paman lebih nekat. Sang paman sudah tidak mengocoknya lagi tetapi sudah meng oral penisnya. Kenikmatan itu dia rasakan hingga sepermanya keluar. Tetapi saat itu sang paman tidak meminta balasan untuk melakukan hal yang sama padanya.

Esoknya kejadian yang sama dilakukan pamanya lagi. Jarak melakukannyapun semakin sering. Pertama-tama 2x sehari, lalu menjadi 3 x hingga 5 x sehari. Dilakukan dimana saja mulai di kamar tidur, di kamar mandi, di ruang Tv selama tidak ketahuan orang lain.

Selama satu bulan dia merasakan kenikmatan luar biasa yang dia perolehdari  pamannya. Diapun ahirnya ketagihan. Kalu dulu pamanya yang menggodanya sekarang dia yang memintanya. Pamanya pun menerimanya dan melakukannya dengan sebuah ketenangan.

Setelah sebulan itu pamanya berubah drastis. Pamanya sudah tidak pernah menggodanya dan mengoralnya, walaupun dia meminta tetapi kegiatan itu tidak pernah terjadi. Hal itu membuatnya sangat frustasi karena dia sudah sangat ketagian.

Jumat malam setelah beberapa hari tidak di perhatikan pamanya, malam itu dia dan sang paman memaki sarung setelah solat isak. Sang kakek dan neneknya tidak ada di rumah sang paman dan dia saling berbincang masalah oral sex yang sudah tidak dilakukan pamannya. Dia pun bercerita kepada sang paman kalau dirinya sangat ingin di oral lagi.

Disitulah baru ketahuan belang sang paman. Sang paman mau mengoralnya jika dia mau di anal pamanya. Karena kepolosannya dia hanya mengiyakannya dan ahirnya kejadian itu terjadi.

Di kamar pamanya tanpa sehelai bajupun dia di disodomi sang paman. Sakitnya anal yang dilakukan sang paman membuatnya menangis tetapi dia tidak mampu berteriak. Berulang kali di malam itu pamanya berusaha menyuruhnya tenang agar tidak sakit tetapi kenyataanya yang dia terima adalah sakit yang luar biasa.

Setelah kepuasan yang di peroleh pamanya ahirnya pistolnya di oral lagi oleh pamannya. Walaupun sakitnya tak sebanding dengan kenikmatan saat di oral pamannya tetapi dia menerimanya. Perjanjian mereka satu kali anal akan mendapat dua kali oral.

Semenjak kejadian itu dia setiap pagi dan malam hari sering di tiduri sang paman dengan imbalan dia di oral. Tanpa sepengetahuan sang kakek dan sang nenek kegiatan itu berllangsung hingga sekarang. Walaupun sudah tak seatap dengan sang paman dia selalu mencari kenikmatan fisik itu dengan orang yang mau melakukannya.

Dari chat yang aku lakukan dengnya terahir kali dia sekarang sedang kuliah di universitas swasata di jawa tengah. Terkadang aku merasa kasihan akan kejadian yang terjadi padanya. Andai sang paman tidak melakukan hal itu mungkin dia tidak menjadi gay seoperti sekarang.